Berita

Anas Urbaningrum/ist

Dibantah, Nazaruddin dan Anas Permalukan SBY

MINGGU, 12 JUNI 2011 | 16:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Muhammad Nazaruddin dinilai banyak pengamat telah mempermalukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak hanya itu, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan juga elit partai berlambang bintang mercy itu juga dinilai melakukan hal yang sama dengan mantan Bendahara Umum Demokrat tersebut.

Pasalnya, permintaan SBY, yang selama ini mengklaim sebagai panglima perang melawan koruptor, agar Muhammad Nazaruddin dipulangkan ke Tanah Air tak dipenuhi. Kepada Rakyat Merdeka Online, Jurubicara Partai Demokrat Andi Nurpati meluruskan anggapan sementara kalangan itu.

"Saya perlu jelaskan, partai ini kan punya kewenangan yang sangat terbatas dalam persoalan hukum. Kita punya itu kan kewajiban moral untuk mengajak, mengimbau, meminta kepada Saudara Nazaruddin. Yang bersangkutan juga punya hak sendiri (untuk menentukan sikap)," katanya petang ini.


Andi Nurpati menambahkan sampai saat ini Partai Demokrat juga berusaha semaksimal mungkin bagaimana caranya Nazaruddin, yang juga anggota Komisi VII DPR kembali ke Tanah Air agar diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Tapi partai kan tidak punya kewajiban secara hukum untuk memaksa dia pulang. Yang punya kewenangan itu adalah KPK sendiri setelah tahapan pemanggilan satu, dua, dan tiga tidak diindahkan. Ini kan masih berkutat pada persoalan hukum," katanya.

Apalagi, masih kata Andi Nurpati, dalam UU juga dikatakan bahwa surat panggilan itu harus diterima oleh yang akan diperiksa, dalam hal ini Nazaruddin. Makanya, dia mempertanyakan apakah surat panggilan itu sudah diterima Nazaruddin atau belum. "Sampai saat ini kita kan tidak tahu. Yang kita tahu diantar ke rumahmnya, nggak ada orang, diantar ke DPR juga tidak ada orang," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya