Berita

sby/ist

RESHUFFLE KIB II

SBY, Buatlah Keputusan Besar!

MINGGU, 12 JUNI 2011 | 11:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kerusakan yang terjadi di negeri ini sudah sedemikian parah. Hal ini bisa dilihat dari birokrasi yang tidak berjalan baik-efektif dan  korupsi terjadi dimana-mana.

"Karena itu kita membutuhkan pemimpin yang luar biasa komitmennya," kata kata pengamat politik Refly Harun kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 12/6).

Namun, dalam pandangan Refly setelah membaca perkembangan belakangan ini, komitmen SBY melakukan pemberantasan korupsi dan membenahi birokrasi agak melemah. Hal itu ia sayangkan. Karena kinerja SBY menurun di banding periode pertama yang relatif tidak begitu banyak gangguan.


"Periode pertama kan banyak bencana alam di mana-mana, tsunami dan lain sebagainya. Pada periode kedua ini lebih banyak guncangan politik memang, mulai dari Century. Tapi kan pemerintahan mestinya tetap bisa berjalan lebih efektif," jelasnya.

Di pemerintahan saat ini, siapa sebenarnya yang tidak efektif bekerja, SBY atau para menteri?

"Dua-duanya menurut saya. Tetapi SBY sebagai kepala pemerintahan kan bisa memberikan contoh. Selain dia berikan contoh, dia juga bisa membuat keputusan. Menurut saya SBY terlalu kompromistis," jawabnya.

Tapi saat ditanya, apakah dengan begitu kalau SBY tidak kompromistis berarti dia perlu melakukan perombakan kabinet dan siapa menteri yang dicopot, Refly mengaku tidak tahu. Karena menurutnya, hal itu saja tergantung SBY sendiri.

"Kita tidak bisa menilai satu demi satu. Memang banyak pro kontra pada kementerian tertentu, misalnya Kementerian Hukum dan HAM. Itu berkali-kali mengalami masalah., masalah di imigrasi dan di penjara. Tetapi, kita tidak tahu apakan SBY satisfied apa tidak," teranganya.

Namun, dia meyakinkan bahwa menteri yang potensial untuk tidak fokus pada kinerja di pemerintahan adalah menteri yang juga merangkap sebagai ketua umum partai. Apalagi, dia menduga, para menteri itu sebenarnya lebih fokus kepada membangun partai dan mempertahankan kekuasaan daripada bekerja untuk kementerian yang dipimpin. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya