Berita

tifatul sembiring/ist

KABINET INDONESIA BERSATU

Menteri Tifatul Sembiring Patut Jadi Teladan

MINGGU, 12 JUNI 2011 | 11:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kabinet Indonesia Bersatu II belum genap berjalan dua tahun. Artinya, SBY dan pemerintahannya masih menyisakan banyak waktu untuk fokus memperbaiki kinerja dan membawa Indonesia menjadi lebih baik.

"Tapi dengan dengan performa pemerintahan seperti saat ini, memang bisa sulit mencapai target," kata pengamat politik Refly Harun kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 12/6).

Refly mengatakan itu karena sejak awal pemerintahan SBY ini diperkuat oleh orang-orang yang tidak fokus untuk bekerja di pemerintahan. Mereka para menteri sibuk pada kegiatan lainnya, terutama urusan partai, termasuk SBY sendiri.


"Sebagai contoh, menteri-menteri yang ketua umum partai tersebut akan habis energinya untuk urus partai. Seperti Hatta Rajasa (PAN), Suryadharma Ali (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB) lalu SBY sendiri Pembina Partai Demokrat," bebernya.

Menurutnya, ke depan perlu dibangun sebuah tradisi agar anggota atau ketua umum partai mundur dari jabatan bila terpilih di pemerintahan baik sebagai presiden, wakil presiden dan menteri. Agar mereka bisa fokus. Dalam konteks inilah Refly memuji PKS. Tifatul Sembiring mundur sebagai Ketua Umum PKS setelah terpilih sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

"Begitu kader masuk di pemerintahan, langsung melepaskan jabatan. Itu menunjukkan partai itu kaderisasi lumayan baik," ucapnya.

Karena itu diakui, memang SBY sebaiknya memberi mundur dari jabatan di Partai Demokrat. Dengan begini dia memberikan contoh kepada para menterinya yang merangkap sebagai ketua umum. Ujungnya performa kinerja pemerintahan akan bertambah baik. Tapi, kalau SBY saja tidak berbuat demikian artinya masih tetap menjabat di partai, dia pesismis, para menteri akan mengundurkan diri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya