Berita

saleh daulay/ist

Polisi Sudah Bergerak, DPR Tak Perlu Bentuk Panja Andi Nurpati

JUMAT, 10 JUNI 2011 | 16:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rencana Komisi II DPR membentuk Panitia Kerja untuk mengusut dugaan pemalsuan dokumen Mahkamah Konstitusi pada saat Pemilu 2009 lalu yang melibatkan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati dinilai tidak perlu.

"Itu terlalu remeh. Tak ada gunanya DPR membentuk Panja khusus untuk menyelidiki dugaan kasus Andi Nurpati itu," kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

"Kalau semua urusan harus dipanjakan, nggak ada selesai-selesainya  ini kita berbangsa dan bernegara. Kita hanya akan berkutat di situ-situ saja," sambung Saleh.


Hal itu ia ungkapkan bukan untuk membela Andi Nurpati, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat tersebut. Karena, kata Saleh, saat ini Kepolisian sudah bekerja untuk menyelidiki kasus dugaan pidana pemalsuan tersebut.

"Kalau memang dipersoalkan, kenapa kepolisian lama sekali mengusutnya, kan ada Komisi III. Komisi III bisa panggil itu Kapolri, tanya kenapa belum juga dituntaskan. Bahkan Komisi III bisa merekomendasikan Kapolri untuk diganti kalau tak serius menanganinya. Ini kan bagian dari fungsi DPR juga melakukan pengawasan," beber Saleh.

Selain itu juga, rencana pembentukan Panja Andi Nurpati ini sangat elitis dan hanya kepentingan partai semata. Panja ini sangat jauh dari aspek pemberdayaan masyarakat. Saleh kuatir, ujung Panja ini juga tidak jelas, seperti Panja-Panja sebelumnya, Panja Pajak, antara lain. Panja itu hanya menghambur-hamburkan uang negara.

"Lebih baik, kita berharap ini, DPR berkonsentrasi memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat," demikian Saleh, yang juga dosen FISIP UIN Jakarta ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya