Berita

nazaruddin/ist

Ada Kekuatan Besar yang Melarang Nazaruddin Kembali?

KAMIS, 09 JUNI 2011 | 08:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi resmi memanggil mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin besok untuk dimintai keterangan dalam kasus pengadaan barang di Kementerian Pendidikan Nasional.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi menilai Nazaruddin sebenarnya ingin kembali ke Indonesia untuk menerangkan kasus yang saat ini membelitnya. Nazaruddin, dalam penilaian Adhie, tentu bukan orang bodoh, dimana kesalahannya akan berlapis-lapis bila mangkir. Apalagi Nazarudin seorang pebisnis tentu akan menjelaskan kasus yang belum tentu melibatkannya.

Tapi, kata Adhie, Nazaruddin tidak berani kembali karena ada kekuatan besar yang menghalanginya untuk pulang ke Tanah Air dan menghadap ke KPK. Karena itu Adhie meragukan niat SBY, baik sebagai Presiden atau sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat yang menyuruh Pengurus Demokrat dan jajarannya di pemerintahan untuk mengembalikan Nazaruddin.


"Saya masih tidak yakin apakah benar ada upaya dari Presiden untuk memulangkan Nazaruddin. Saya curiga justru sebliknya," kata Adhie, yang juga aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi ini kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Menurut Adhie, orang yang menghalangi Nazaruddin untuk kembali itu Indonesia itu adalah orang yang menyuruhnya pergi ke Singapura.

"Itu memang yang harus diselidiki kenapa dia pergi hanya beberapa saat sebelum surat pencekalan keluar. (Tentu) ada informasi dari dalam. Dan ada perintah dari kekuatan yang sangat ditakut Nazaruddin," sambungnya.

"Tujuannya untuk menutupi kasus-kasus yang lain, untuk menghilangkah jejak kasus kasus yang lain yang melibatkan banyak orang, terutama petinggi Demokrat," tegas jurubicara Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya