Berita

ilustrasi/ist

PAN Miliki Satu Kursi Haram di DPR?

RABU, 08 JUNI 2011 | 09:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi II DPR berencana membentuk Panitia Kerja untuk menelusuri apakah memang ada kursi haram di DPR. Ide ini menyusul laporan Ketua MK Mahfud MD ke polisi tentang dugaan pemalsuan dokumen MK oleh mantan anggota KPU Andi Nurpati. Selain itu juga ada dokumen palsu yang ditemukan Bawaslu.

"Poin indikasinya yang diberikan Bawaslu itu jelas. Kalau yang disebut Mahfud palsu, Bawaslu punya putusan mirip. Bawaslu punya 2, Mahfud punya 2. Berarti ada kursi haram di DPR," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo.

Rencana Komisi II DPR  mendapat sambutan dari masyarakat.


"Saya setuju dengan yang akan dilakukan komisi II itu, coba meneliti kembali siapa tahu ada kursi yang tidak sah," kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 7/6).

Patrice Rio Capella yakin memang ada kursi haram di DPR, yaitu seseorang menjadi anggota DPR secara tidak sah. Kursi di DPR itu katanya saat ini diduduki oleh kader PAN.  "Karena yang mendapatkan itu sebenarnya aku dengan selisih suara hampir 20 ribuan dengan yang dapat sekarang," kata mantan calon anggota legislatif dari PAN daerah pemilihan Bengkulu ini.

Dia menjelaskan, setelah Pemilu Dewi Coryati menggugat KPU tentang hasil Pemilu ke MK. Dewi Coryati nomor urut dua, sedangkan Rio nomor urut satu dari PAN. Pada saat menggugat KPU, dia menjelaskan, Dewi Coryati membawa hasil Pemilu palsu yang tidak sesuai dengan hasil Pemilu yang sebenarnya.

"Dia buat sendiri (hasil Pemilunya). Karena KPU tidak hadir, maka (Dewi) dimenangkan oleh MK  tanpa memeriksa alat bukti yang diajukan, tanda tangan orang dipalsukan. Semua dipalsukan. Dikarang-karang sama dia, aku kalah 200 suara. Padahal aku mendapat 38 ribu suara dan dia 20 ribu suara," kesalnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya