sby/ist
sby/ist
RMOL. Gejolak isu nasional belakangan ini membuat gundah gulana publik. Proses demokrasi yang dibangun pasca reformasi 1998, menuju demokrasi kebangsaan yang kuat, terus diterpa kerikil tajam sehingga esensi demokrasi dalam berbangsa dan bernegara sulit terealisasi. Permasalahan-permasalahan terus dicari dan dibedah oleh para pengamat politik, akademisi, aktivis partai politik bahkan hingga supir angkot sekalipun.
Tak hanya itu, beragam masalah yang menciderai demokrasi pun ditemukan. Apalagi jika masalah besarnya, kalau bukan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang hingga kini tidak sama sekali hilang setelah gerakan demokrasi mampu menjatuhkan rezim diktator Soeharto.
"Kesalahan sejarah 98, kita mudah memaafkan dosa besar para pemimpin dan partai yang hidup di zaman orde baru, bahkan melibatkan mereka pada pemilu 1999. Negara kita seharusnya lebih maju, ketimbang negara lain," kata mantan aktivis '98 Wanto Sugito pagi ini (Selasa, 7/6).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34