Berita

m nazaruddin/ist

SBY Sambut Baik Hasil Kerja Jafar Cs di Singapura

SELASA, 07 JUNI 2011 | 09:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tim yang dibentuk DPP Partai Demokrat untuk menemui Muhammad Nazaruddin di Singapura ternyata sudah melaporkan hasil kerjanya kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sudah, kemarin. Responnya bagus. (Karena tim) sudah bertemu dengan Nazaruddin. Sudah disampaikan pesan-pesan dan bagaimana perkembangan situasi dan pandangan publik terhadap Nazaruddin," kata Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 7/6).

Jafar yang turut menemui Nazaruddin di Singapura ini kembali menjelaskan kepergian mereka ke Singapura bukan untuk menjemput, apalagi memaksa anggota Komisi VII untuk pulang ke Tanah Air.  Karena mereka bukan lembaga penegak hukum.


"Jadi harus jelas, kami bukan lembaga hukum. Lembaga hukum yang bisa membawa (Nazaruddin). Kami adalah sebagai sesama Demokrat yang bertanggung jawab moral menyampaikan informasi. Kita sudah mengajaknya. Nazaruddin mengatakan, 'Saya berobat, saya akan datang setelah itu (sembuh)," beber Jafar.

Jafar kembali menjelaskan bahwa hingga saat ini, Nazaruddin belum pernah dipanggil sebagai saksi, apatah lagi sebagai tersangka atau terdakwa. Selama ini, yang dikeluarkan pihak imigrasi atas permintaan KPK baru surat cegah bepergian ke luar negeri.
 
"Kan hanya surat cekal, itu juga yang diberitakan melalui koran. DPP (Partai Demokrat) belum pernah ditembuskan," ungkapnya.

Atas penjelasan Tim itu, SBY pun memaklumi.

"Karena ya hanya itu yang bisa dilakukan. 'Anda bukan lembaga yang bisa menjemput'," kata Jafar mengutip SBY.

Lalu kenapa SBY beberapa waktu lalu memerintahkan Pengurus Demokrat untuk menjemput Nazaruddin?
 
"Kita kan menggunakan kewajiban moral kita," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya