ilustrasi, korupsi
ilustrasi, korupsi
RMOL.DPRD DKI menghapus banyak angÂgaran rehab gedung sekolah. AnehÂnya, wakil rakyat itu malah meÂngusulkan anggaran pengaÂdaÂan sarana pendidikan Rp 80 miliar. Padahal, Dinas PenÂdiÂdiÂkan (DisÂdik) DKI dalam RanÂcaÂngan PeraÂturan Daerah (RaÂperda) APBD DKI mengajukan usulan ini.
Dana alokasi khusus tahun ini hanya tersedia Rp 10 triliun. DaÂna alokasi khusus ini telah diÂpakai oleh pemerintah daerah memÂbangun perpustakan dan saraÂna peningkatan mutu siswa.
Menyikapi munculnya anggaÂran usulan DPRD itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meÂngaÂtakan, pengajuan anggaran rehaÂbilitasi gedung sekolah yang diÂprogramkan Disdik banyak yang tidak disetujui DPRD.
“Anggaran rehab sekolah tetap ada dalam APBD 2011, tetapi baÂnyak yang dicoret. Ada bebeÂrapa anggaran keÂgiatan pendÂiÂdikan yang kita perÂtanyakan urÂgensinya dan tidak perÂnah diÂusulkan,†ujar Fauzi Bowo di Balai Kota.
Ketua Litbang Forum KomuÂniÂkasi Komite Sekolah (FKKS) DKI Jakarta Arman Zakaria meÂminta, agar rehab total dan berat gedung sekolah diprioritaskan diangÂgarkan dalam APBD PeruÂbahan.
“Jangan sampai gedung sekoÂlah rawan ambruk itu mengÂgangÂgu kegiatan belajar-mengajar (KBM), bahkan mengancam keÂselamatan para siswa dan guru,†warning Arman.
Hal berbeda disampaikan peÂngamat pendidikan dan perÂkoÂtaan Dharmaningtyas. MenurutÂnya, anggaran pendidikan seÂbeÂnarÂnya sudah cukup dan meÂmadai. HaÂnya saja, karena pengÂgunaannya tidak efektif dan efiÂsien, anggaran tersebut tidak opÂtimal penggunaÂannya.
“Sebenarnya sudah cukup kok anggaran Pemprov DKI untuk pendidikan. Tapi sudah habis untuk gaji guru dan pengajar. SeÂmentara lebihnya yang harusnya buat pembangunan, malah buat urusan lain,†ungkapnya kepada Rakyat Merdeka.
Tentang usulan pengajuan anggaran rehabilitasi gedung seÂkolah agar ditambah, menurut Dharma, usulan tersebut baik-baik saja. Hanya akan perÂcuma jika anggaran dinaikÂkan, namun masih ada dugaan kuat praktek korupsi dan penyeÂleÂwengan. “Percuma saja. Harus ada pengaÂwasan,†tegasnya.
Menurut Dharma, perlu swaÂdaya dalam pemÂbaÂnguÂnan sekoÂlah, dengan meliÂbatkan masyaraÂkat dan komite sekolah. Tidak hanya mengandalkan angÂgaran pemerintah dan Dinas PendiÂdiÂkan. “Nanti sekolahnya adalah baÂngunan swadaya. Bisa meÂngonÂtrol kuaÂlitas bangunan. Lebih terÂkonÂtrol kan proyeknya†tutupnya. [RM]
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41