Berita

agusrin/ist

ICW Desak KPK Dalami Vonis Bebas Gubernur Non-Aktif Bengkulu oleh Syarifuddin

JUMAT, 03 JUNI 2011 | 14:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak tak hanya mendalami kasus Syarifuddin Umar dalam kasus suap kepailitan PT Sky Camping Indonesia, tapi juga mendalami kasus dugaan korupsi lain yang pernah ditangani oleh hakim kepailitan itu.

Menurut Wakil Koordinator Indonesian corruption watch (ICW) Emerson Yuntho, KPK harus menelusuri adanya indikasi suap dalam perkara yang diperiksa dan diadili oleh Syarifuddin, termasuk vonis bebas Gubernur non-aktif Bengkulu Agusrin Nadjamuddin yang ditengarai kental dengan aroma suap.

Proses penyidikan terhadap hakim Syarifuddin, kata Emerson, harus ditangani sendiri oleh KPK. Hal itu untuk memastikan penanganan hukum dilakukan secara cepat.


"Dan menutup peluang korupsi dan kolusi baru dalam prosesnya," kata Emerson saat dihubungi beberapa saat lalu (Jumat, 3/6).

Emerson juga mendesak KPK menangani sendiri kasus suap yang melibatkan hakim Syarifuddin Umar dan tidak melimpahkan ke kejaksaan atau polisi. [yan]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya