Berita

Ramadhan Pohan/ist

Biarkan Mr. A yang Akan Gugat Ramadhan Pohan

JUMAT, 03 JUNI 2011 | 10:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar memahami bahwa saat ini Partai Demokrat sedang panik karena mendapat sorotan tajam akibat ulah kadernya, Muhammad Nazaruddin, yang diduga terkait kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dan dugaan gratifikasi kepada Sekjen MK, Janedjri M Gaffar.

"Bagi Golkar masalah yang mereka hadapi adalah urusan internal mereka, ribut antarmereka sendiri. Paling-paling kita hanya bisa berdoa semoga mereka segera menyelesaian internal problemnya," kata politikus Golkar, Bambang Soesatyo, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 3/6).

Sebagai orang luar, sambung Bamsoet, demikian ia akrab disapa, tentu dirinya tidak tahu permasalahan sebenarnya, seperti yang disebutkan dalam SMS gelap, yang mencatut nama Muhammad Nazaruddin tersebut. Persoalan internal di Demokrat, tentulah mereka sendiri yang paling mengetahuinya.


"Kita tidak tahu soal dana Rp 47 triliun. Kita tidak tahu soal Daniel Sparingga. Kita juga tidak tahu soal kecurangan 80 juta suara Pemilu legislatif dan pemilu Presiden. Itu kan semua muncul karena saling ancam dan saling buka di antara mereka sendiri," kata anggota Komisi III DPR ini.
 
"Yang terbaik adalah, kita sebaiknya menjadi penonton yang baik saja. Waktu akan membuktikan, siapa yang bersalah dan siapa yang bersandiwara di antara mereka," sambungnya.

Tapi, sambung Wakil Ketua Umum KADIN ini, kalau kader Demokrat, Ramadhan Pohan, sudah menuding-nuding, ada pihak luar, Mr A yang ingin mengobok-obok partainya, tentu itu sudah tidak sehat. Bahkan, kader Demokrat itu menyebut Mr A itu bermodal besar.

"Apa urusannya? Jelas tampak mereka masih hijau dalam berpolitik. Jujur saja, kita sebenarnya malas berkomentar. Sebab, kalau kita ngeladeni orang panik, sama bodohnya. Politisi yang memiliki inisial A kan banyak. Biar saja mereka yang mensomasi karena merasa terganggu dan terfitnah," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya