Berita

ilustrasi

SUAP HAKIM

Suap Rp 250 juta Bikin Malu Hakim Syarifuddin

KAMIS, 02 JUNI 2011 | 20:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Oknum hakim kepailitan PN Jakarta Pusat Syarifuddin tampak malu dengan kasus yang melilitnya. Usai diperiksa penyidik KPK, Syarifuddin keluar meninggalkan gedung KPK dengan menutup muka.

Syarifuddin menutup keseluruhan mukanya dengan menggunakan beberapa lembar berkas yang dibungkus dengan plastik berwarna transparan. Syarifuddin, hakim yang mengawasi penjualan aset PT Sky Camping Indonesia, tak mau mukanya disorot kamera foto dan televisi.

Tak ada perkataan yang keluar dari mulut Syarifuddin. Pria yang sudah lansia itu memilih bungkam.


Kehebohan penangkapan yang dialami Syarifuddin semalam sempat membuat juru warta penasaran. Usai ditangkap dan menjalani pemeriksaan maraton, puluhan pewarta menjegat Syarifuddin sebelum memasuki mobil tahanan KPK yang akan mengangkutnya ke rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

Sama seperti Syarifuddin, Puguh Wirayana juga memilih bungkam. Keluar beriringan dengan Syarifuddin, Puguh yang disebut-sebut pemberi suap Rp 250 juta itu memilih menghindari para juru warta dan mengambil langkah yang cepat memasuki mobil tahanan yang sudah diparkir di depan pintu masuk gedung KPK.

Hakim Syarifuddin dan Puguh Wirayana sendiri diperiksa tim penyidik KPK secara maraton tak kurang dari 21 jam lamanya. Keduanya diperiksa sejak ditangkap dan digelandang KPK sejak Rabu malam (1/6) sekitar pukul 22.00 WIB dan selesai Kamis malam pukul 18.45 WIB.

Puguh menyerahkan uang Rp 250 juta kepada Syarifuddin dengan maksud untuk melancarkan penjualan aset PT Sky Camping Indonesia, perusahaan yang sudah dinyatakan pailit sejak 2007 lalu. Sementara Syarifuddin merupakan hakim yang mengawasi pailitnya perusahaan tersebut. Dia yang punya izin menjual aset-aset perusahaan tersebut. [arp]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya