Berita

johan budi/ist

Inilah Kronologi Penangkapan S dan PW

KAMIS, 02 JUNI 2011 | 13:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, S, dan kurator PT SkyCamping Indonesia, PW, Rabu malam (1/5).

Jurubicara KPK Johan Budi, di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan siang ini, membeberkan kronologi penangkapan keduanya.

Berikut kronologinya.


Sekitar pukul 20.00 WIB, PW mendatangi rumah S di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Keduanya berdiskusi panjang. Setelah diskusi, sekitar pukul 22.00 WIB, PW menyerahkan uang yang dimasukkan ke dalam tiga amplop coklat yang dimasukkan dalam tas kertas warna merah.

Sekitar pukul 22.15 WIB, petugas KPK langsung menangkap S. Saat penangkapan berlangsung, Puguh sudah meninggalkan kediaman S. Petugas KPK yang lain mengejarnya. Baru sekitar pukul 22.45 WIB, PW bisa ditangkap di hotel Peducia di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

Awalnya hakim S tidak mengaku. Tapi tak lama kemudian dia tak bisa mengelak lagi. Sementara PW langsung ditangkap KPK tanpa memberikan perlawanan.

Dalam proses penangkapan petugas KPK mendapatkan sejumlah bukti uang yang diduga sebagai suap dari tangan S. Ada beberapa uang dalam bentuk 84 ribu dolar AS, 284 ribu dolar Singapura, 20 ribu yen, 12.600 bath dan uang senilai Rp 141 juta.

Semua uang yang disita KPK tersebar di beberapa tempat. Ada yang dalam tas, laci, dan amplop.

Selain itu KPK juga menyita mobil Pajero milik PW. Petugas masih memeriksa apakah di dalamnya ada dokumen-dokumen yang berkaitan.

Petugas KPK memantau dan mengintai aktivitas S dan Puguh sejak siang harinya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya