Raja Kamboja Norodom Sihamoni
RMOL. Kedudukannya memang raja. Namun, Raja Kamboja Norodom Sihamoni tidak punya taring sama sekali. Berbeda jauh dengan ayahnya, Raja Norodom Sihanouk yang punya pengaruh besar dan dielu-elukan rakyat. Sihamoni dianggap hanya boÂneka PM Hun Sen.
Sejak menjabat sebagai raja Kamboja pada 2004 silam, NoroÂdom Sihamoni, sibuk menggeluti bidang seni ketimbang mengurusi politik kasar dan kacau di tanah airnya. Pasalnya, taring kuasa pewaris Kerajaan Trailing yang berumur 2.000 tahun itu, diÂtumpulkan bawahannya.
Pembantu dekatnya sampai para ahli pun mengatakan, bahwa laki-laki yang memiliki keteÂrampilan tari balet ini hanyalah hiasan di tembok kerajaan. Dia terlihat bak tahanan di istana sendiri. Tidak ada kebijakan maupun keputusan terkait keÂpemimpinannya sebagai raja yang dia realisasikan.
Semua kebijakan justru diÂambil alih Perdana Menteri (PM) Hun Sen, yang berlatar belÂaÂkang anak desa yang miskin namun brilian. Ada juga yang bilang bahÂwa Hun Sen adalah politisi yang kejam dan licik.
Kelompok Hak Asasi Manusia menyatakan, Hun Sen dan teman-teman bisnisnya hanya memÂperÂkaya diri mereka sendiri, seÂdangÂkan sebagian besar penÂduduk Kamboja tetap terperosok dalam kemisÂkinan.
Anggota oposisi di Parlemen, Anak Chhay, mengatakan, meÂlihat kondisi sihamono sekarang, pantas bila masyarakat menyeÂbutnya sebagai raja boneka.
“Kuasanya telah berkurang. Untuk bertahan hidup pun sang raja mesti menyenangkan perÂdana menteri. Ini sungguh meÂnyedihkan,†ujar Chhay seperti dilansir
Associated Press (AP), kemarin.
Karakteristik Raja Sihamoni, kata Chhay, sungguh berÂbeda deÂngan ayahnya (Norodom SihaÂnouk) yang flamboyan dan penuh karismatik. “Sihamoni berhasil meÂngangkat kerajaannya dan diÂanggap seorang raja-dewa oleh rakyatnya. Ribuan orang pun rela berkumpul untuk meÂnyaÂlakan kembang api demi meÂrayakan hari ulang tahunnya,†tutur Chhay.
Raja Sihamoni (58), hanya menghabiskan banyak waktu menandatangani dokumen, meÂneÂrima tamu dan penanganan bisnis rutin lainnya. “Dia hanya tinggal menunggu masa penÂsiunnya sambil membaca dan makan saja,†sindir Pangeran SisoÂwath Thomico, sekretaris pribadi Sihanouk.
Berbeda dengan ayahnya, yang memiliki enam istri dan pecinta banyak, Sihamoni adalah buÂjaÂngan seumur hidup dan tidak mungkin meninggalkan ahli waÂris. Meski demikian, Pangeran SiÂÂsowath Thomico menegaskan, tidak akan ada permusuhan anÂtara raja dan perdana menteri.
Pangeran Norodom Ranarridh (saudara tiri raja Sihamoni) atau yang memimpin partai pro-moÂnarki, percaya bahwa masyarakat kamboja masih simpati terhadap Sihamoni.
Menteri Informasi Khieu KanÂharith menegaskan, urusan raja terlibat dalam bidang sosial, agaÂma, me-
review peradilan, meneÂrima laporan bulanan dari Hun Sen.
“Raja Sihamoni telah meÂmainÂkan peran penting dalam memuÂlihkan kerajaan. Sebagai raja dan simbol persatuan naÂsional dia menjaga netralitas dan tidak terÂlibat dalam kegiatan politik. Jadi, tidak pantas bila dia (Raja SihaÂmoni) disebut sebagai tahanan di istana,†tegas KanÂhaÂrith.
[RM]