Berita

Jhonny A Marbun/Ist

Ajudan Jhonny Allen Marbun Menghilang, Pengacara Ancam Busyro Muqoddas

SENIN, 30 MEI 2011 | 14:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Penanganan Kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga di Indonesia Bagian Timur yang menyeret wakil ketua Umum partai Demokrat Jhony Allen Marbun dipertanyakan. Adalah pengacara Reisko Pesuarisa, Andar Situmorang yang mempertanyakannya.

Datang di kantor KPK sekitar pukul 13.30 Wib, Andar akan mempertanyakannya langsung kepada Ketua KPK, Busyro Muqaddas bagaimana kelanjutan kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan sejak 17 Februari lalu.

“Kami mau mempertanyakan laporan dugaan korupsi pembangunan dermaga dikawasan Indonesia Timur. Sampai sekarang belum ada jawaban dari KPK,” kata Andar di Gedung KPK, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta (Senin, 30/5).


Reisko Pesuarisa merupakan ajudan dari Jhonny Allen Marbun. Andar Situmorang mengungkapkan ia kini kehilangan kontak dengan Reisko Pesiwarisa dan telah  4 bulan tidak saling berhubungan. Pihaknya mengkhawatirkan keselamatannya klienya.

“Saya menduga dia dibunuh, ini yang saya khawatir. Sebab, dia datang ke saya nangis-nangis karena dirinya akan dibunuh. Dan saya sudah laporkan ke LPSK, cuma LPSK ’sakit perut’. Ini yang membuat saya ke KPK,” terangnya.

Mendatangi KPK, Andar nampak tak main-main. Dengan lantang ia mengatakan siap melaporkan petinggi KPK jika laporan korupsi yang dilakukan bos kliennya diabaikan.

“Apabila  KPK tidak melaksanakan  maka saya  akan mempidanakan mereka. Apabila KPK  tidak melaksanakan ini maka KPK  telah lalai melaksanakan tugas sebagaimana mestinya,” terang Andar berapi-api.

Kasus korupsi pembangunan dermaga Indonesia Timur mencuat ketika KPK menangkap tangan Mantan anggota komisi V DPR, Abdul Hadi Jamal bersama PNS Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Darmawato Dareto dan Pengusaha Honco Kurniawan. Abdul Hadi Jamal sendiri sudah divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor. Dalam persidangan terungkap, Jhonny Allen Marbun menikmati jatah Rp 1 miliar yang diterimanya melalui Risko Pesuarisa.[arp]


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya