Berita

ilustrasi/ist

Bakorkamla Segarkan Nakhoda Kapal Patroli

SENIN, 30 MEI 2011 | 14:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Perairan laut Indonesia wilayah barat sangat strategis. Jalurnya banyak digunakan untuk perniagaan internasional dan mobilitasnya cukup tinggi. Misalnya saja di selat Malaka, tak kurang 35 ribu kapal niaga hilir mudik melintas setiap tahunnya.

Di tengah situasi tersebut kapasitas dan kemampuan kerja para petugas di lapangan menjadi kebutuhan yang sangat penting. Menyikapi hal itu, Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) melakukan penyegaran kepada para nakhoda kapal patroli yang biasa bertugas di sepanjang laut selat Malaka meliputi Aceh, Medan, Riau, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun dan Batam.

"Tujuan penyegaran ini adalah untuk memberikan profesionalisme bagi para petugas patroli. Bisa menegakkan kedaulatan hukum di laut sesuai fakta dan kebiasaan-kebiasaan hukum internasional," tutur Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla, Didik Heru Purnomo saat membuka penyegaran di hotel Grand Angkasa, Medan, Sumatera Utara (Senin 30/5).


Di laut, tegas Didik, hukum internasional menghendaki kesamaan hak dengan tidak membeda-bedakan jenis dan ukuran kapal. Kapal berbadan besar, seperti kapal induk dengan jumlah petugas enam ribu personil dan membawa 72 kapal tempur punya hak yang sama dengan kapal patroli berukur kecil dengan jumlah personil hanya 60 anggota saja.

Sekecil apapun kapal pemerintah, pesan Didik kepada puluhan komandan nakhoda kapal yang rencananya akan mengikuti penyegaran hingga Selasa (31/5) besok, yang mengibarkan bendera nasional, itu punya hak berlayar untuk menjaga kedaulatan seperti menjaga sepotong tanah kedaulatan kita. Para komandan-komandan kapal kecil, sambung Didik, memiliki kewenangan yang luar biasa yang diatur dan dihormati oleh negara-negara di dunia.

Oleh karenanya, kata Didik lagi, komandan nakhoda kapal patroli di kawasan laut Selat Malaka tak perlu ragu dan berkecil hati dalam menindak pelanggaran hukum. Yang paling penting dari itu, komandan nakhoda bisa mengambil keputusan yang cepat apa yang harus dilakukan di lapangan.

"Kalau komandan kapal patroli tahu hak dan kewajibannya di dalam menegakkan fungsinya di laut maka bisa menegakkan hukum dengan cepat. Sehingga kendala komunikasi terhadap atasan, atau kendala-kendala cuaca tak lagi mempengaruhi (petugas patroli) dalam menegakkan kedaulatan hukum di laut," tutup jenderal berbintang tiga itu. [yan]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya