Berita

nazaruddin/ist

Benarkah Nazaruddin Loloskan PT DGI dalam Tender Wisma Atlit?

MINGGU, 22 MEI 2011 | 11:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tak bisa dipungkiri ada elit dari partai penguasa yang bermain dalam tender proyek pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang. Buktinya, sekalipun mengajukan harga yang tak sesuai dengan harga pasaran tapi tetap saja PT Duta Graha Indah bisa menang tender.

"Owner estimate atau harga perkiraannya terlalu tinggi. Per meter persegi dihargai dengan kisaran Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, padahal semestinya maksimal Rp 7 juta," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Bonyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu 20/5).

Bandingkan dengan harga pasaran nilai volume pembangunan gedung Cyber di jalan Denpasar Jakarta Selatan dan gedung Grand Indonesia yang juga diborong oleh PT DGI. Di kedua gedung itu, sebut Bunyamin, PT DGI mematok ongkos Rp 5 juta per meter persegi, serta sudah termasuk lift dan aksesoris.


Harga pemenang lelang, kata Bonyamin, sangat tinggi, yakni Rp 191 miliar dari pagu Rp 200 miliar. Itu berarti tawaran harga lelang yang menang hampir 95 persen-nya. Bandingkan dengan proyek pembangunan jalan di perbatasan Jambi oleh Kementrian PU. Pagunya Rp 200 miliar sementara pemenangnya hanya Rp 154 miliar atau hanya 75 persennya saja.

Bonyamin menambahkan, peserta lelang yang lain, yang sebagian besarnya perusahaan BUMN, itu tak mengajukan penawaran secara benar dan kompetitif. Bahkan diantara mereka ada yang mengundurkan diri di tengah proses lelang tanpa alasan jelas.

"Tidak kompetitifnya tender dan kemenangan DGI karena tekanan kekuasaan dan uang. Karena pembagian fee dan komisi. Tender wisma atlit benar-benar tender yang diatur dan diarahkan," demikian Bonyamin.

Kongkalingkong PT DGI dengan elit juga pernah diungkap Sesmenpora Wafid Muharam. Melalui pengacaranya, Erman Umar, ia mengakui karena lobi Rosa-lah PT DGI menang tender. Rosa merupakan anak buah Bendahara Umum M Nazaruddin di PT Anak Negeri. Nazaruddin dinilai yang memerintah dan mengendalikan Rosa. [yan]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya