nazaruddin/ist
nazaruddin/ist
RMOL. Tak bisa dipungkiri ada elit dari partai penguasa yang bermain dalam tender proyek pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang. Buktinya, sekalipun mengajukan harga yang tak sesuai dengan harga pasaran tapi tetap saja PT Duta Graha Indah bisa menang tender.
"Owner estimate atau harga perkiraannya terlalu tinggi. Per meter persegi dihargai dengan kisaran Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, padahal semestinya maksimal Rp 7 juta," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, Bonyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu 20/5).
Bandingkan dengan harga pasaran nilai volume pembangunan gedung Cyber di jalan Denpasar Jakarta Selatan dan gedung Grand Indonesia yang juga diborong oleh PT DGI. Di kedua gedung itu, sebut Bunyamin, PT DGI mematok ongkos Rp 5 juta per meter persegi, serta sudah termasuk lift dan aksesoris.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04