Berita

nazaruddin/ist

SUAP SESMENPORA

Hukum Tetap Harus Ditegakkan Biarpun Langit Runtuh

SABTU, 21 MEI 2011 | 23:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Jika Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin dinyatakan tidak bersalah dalam kasus suap wisma atlet Sea Games Jakabaring, Palembang, maka nama baiknya harus dipulihkan. Namun sebaliknya, jika bersalah harus dihukum sesuai peraturan yang berlaku.

Demikian disampaikan Sekjen Front Pemuda (FP) 98 Wahab Talaohu, Sabtu, (21/5).

“Kalaupun nantinya Nazaruddin tidak terbukti bersalah namanya baiknya harus dibersihkan,” kata Wahab.


Wahab juga mendukung KPK melanjutkan pemberantasan kasus korupsi. Ini karena sejalan dengan kampanye Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pilpres 2009 lalu.

“Saat ini kasus Nazaruddin sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hendaknya, semua kalangan menghormati kasus hukum ini secara baik. Agar KPK bekerja secara obyektif dan profesional,” ujarnya.

Soal kasus Nazaruddin yang dilaporkan memberikan gratifikasi kepada Sekjen Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri Gaffar, sebesar 120 ribu dolar Singapura yang terbagi menjadi dua amplop, Wahab mengembalikan pada proses hukum yang berlaku.

“Sekali lagi, kita harus berpegang dengan fiat justitia ruat coelum. Biarpun langit akan runtuh hukum tetap harus ditegakkan. Jika terbukti bersalah memberikan uang kepada Sekjen MK, PD tidak akan membela Nazaruddin,” kata Wahab.[arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya