Berita

KANTOR KPK/IST

SUAP SESMENPORA

Sepekan Tak Panggil Nazaruddin, KPK Masuk Angin

JUMAT, 20 MEI 2011 | 18:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesia Corruption Watch (ICW) memberi tenggat waktu sepekan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil dan memeriksa Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.

Bagi ICW, sangat aneh kalau Nazaruddin tak juga diperiksa dalam dugaan korupsi proyek pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang.

"Kami beri deadline seminggu," tegas Wakil Koordinator ICW, Emerson Junto saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (20/5).


Kalau dalam waktu sepekan KPK tak juga memeriksa Nazaruddin, sambung Eson, demikian aktivis antikorupsi ini disapa, maka lembaga superbodi yang dipimpin Busyro Muqaddas itu masuk angin.

"Kalau tidak dipanggil juga KPK masuk angin," tutup Eson. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya