Berita

andi mallarangeng/ist

SUAP SESMENPORA

Desakan Agar Nirwan dan Mallarangeng Bersaudara Ditangkap Bergema di KPK

JUMAT, 20 MEI 2011 | 15:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan tak terjebak dengan persoalan politik yang melingkari kasus suap pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang.

KPK diminta mengembangkan kasusnya dan bukan hanya terpaku pada tiga tersangka , Wafid Muharam, Muhammad Idris, dan Mindo Rosalina Manulang saja. KPK harus menelusuri keterlibatan para elit yang telah menjadi mafia dalam seluruh proyek tender penyelenggaraan Sea Games ke XXVI.

"Andi Mallarangeng adalah aktor dan dalang mafia proyek ini," tegas Ketua Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak), Laode Kamaluddin, dalam orasinya saat menggelar aksi di depan gedung KPK, Jakarta (Jumat, 20/5).


Tak hanya itu, kata Laode, KPK juga harus memeriksa anggota Badan Anggaran DPR Fraksi Partai Demokrat Nirwan Amir. Nirwan, sebut Laode, merupakan mafia DPR yang ikut memuluskan proyek-proyek Sea Games.

"Dia boneka kekuasaan yang mudah dibeli untuk memuluskan proyek ini," kata Laode.

Laode juga mendesak KPK untuk memeriksa Direktur FOX Indonesia, Coel Mallarangeng. Adik Andi Mallarangeng itu diduga mendapat penunjukkan langsung untuk mengurusi program sosialisasi dan komunikasi proyek Sea Games yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang.

"Segera panggil, segera periksa dan tangkap Andi Mallarangeng, Coel Mallarengeng dan Nirwan," demikian Laode menutup orasinya.

Dalam aksinya KPK membawa baliho dengan poto Nirwan dan Mallarangeng bersaudara. Massa aksi Kapak pun membakar baliho yang bertuliskan Maling Penyelenggaraan Sea Games.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya