Berita

SEA GAMES XXVI

Mengapa Awan Pesimisme Menaungi Tuan Rumah?

KAMIS, 19 MEI 2011 | 16:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pesimisme melanda bangsa Indonesia seiring semakin dekatnya SEA Games ke-26 di Jakarta dan Palembang enam bulan lagi. Ironisnya, pesimisme justru datang di saat Indonesia bisa memanfaatkan peluang emas sebagai tuan rumah.

Bahkan Panitia Kerja SEA Games Komisi X DPR menyatakan Indonesia belum siap menghadapi perhelatan olahraga antar negara ASEAN tersebut. Lemahnya kesiapan tim Indonesia dalam menghadapi SEA Games terungkap dalam rapat dengar pendapat umum Panja SEA Games Komisi X DPR dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Indonesia (KOI) dan Pelaksana Program Indonesia Emas (Prima).  

Rohmani, salah seorang anggota Panja, mengatakan, ketidaksiapan tersebut nampak dari persiapan tim yang hingga hari ini belum menentukan tim inti dan masih dalam proses seleksi. Sementara waktu pelaksanaan sudah dekat.


Seharusnya kata Rohmani, tim inti sudah ada sejak sekarang sehingga pelatihan dan pembinaan tim sudah fokus dalam sisa waktu yang ada. Di samping itu Pelaksana Prima belum bisa memetakan cabang olahraga mana saja yang akan menjadi unggulan. Seharusnya, dalam RDPU kali ini, Komisi X DPR sudah mendapat laporan cabang olahraga mana saja yang menjadi lumbung emas Indonesia.

"Sekarang kita targetkan juara umum, sementara kita belum memiliki peta kekuatan kita dan peta kekuatan lawan. Saya kira bagus kita targetkan juara umum, apalagi kita tuan rumah. Tapi, target juara ini harus ada perhitungannnya. Tidak muncul tiba-tiba," urai Rohmani kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 19/5).

Bentuk ketidaksiapan Indonesia dalam mengikuti SEA games 2011 juga nampak
dari pengadaan sarana, peralatan dan perlengkapan latih tanding atlet yang masih dalam proses pengadaan. Padahal, sarana, peralatan dan perlengkapan latih tanding ini memiliki andil besar dalam sebuah kejuaraan.  

"Seharusnya pengadaan sarana dan peralatan latih ini sudah ada sejak Januari lalu. Eh,
baru sekarang proses pengadaannya. Bagaimana kita mau juara sementara kebutuhan dasar para atlet kita masih belum terpenuhi,” katanya.

Rohmani juga mengingatkan pemerintah agar mau memberikan reward yang layak
kepada para juara. Bagi atlet yang berhasil mengharumkan nama bangsa harus diberikan penghargaan yang layak. Menurut Rohmani, pemerintah cukup mengikuti
aturan yang ada.

"Bila ada atlet yang sukses memberikan emas maka bisa dipromosikan jadi pegawai negeri sipil. Ini sebagai pemicu," saran Rohmani.

Beberapa waktu lalu, Deputi I Bidang Sport dan Venue Panitia Penyelenggara SEA Games (Inasoc) Pusat, Djoko Pramono, kendala utama ada di pengadaan dan pembangunan tempat untuk pertandingan atau venues SEA Games yang merupakan pekerjaan sangat teknis dan belum begitu kelihatan.

Yang lebih disayangkan lagi, dengan keterlambatan itu Indonesia sebagai tuan rumah tidak bisa mencuri start uji medan pertandingan.

Rasa khawatir ditambahi dengan rasa malu bukan main. Kasus dugaan suap Wisma Atlet yang mewarnai persiapan SEA Games, lanjut dia, membuat pihaknya terus-terusan dihubungi beberapa negara peserta SEA Games.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya