Berita

Duh, KPK Masih Tunggu Anginnya SBY

SENIN, 16 MEI 2011 | 18:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pertimbangan "angin politik" dicurigai menjadi penyebab di balik keragu-raguan Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa dua kader Demokrat, Andi Mallarangeng (Menpora) dan Nazaruddin (Bendahara Umum Partai Demokrat).

KPK tak berani menyentuh Andi dan Nazaruddin dalam kasus suap pembangunan wisma atlit Palembang lantaran masih menunggu "angin politik" dari SBY sebagai big bos Demokrat. Ya, KPK masih menunggu sinyal dari SBY.

"KPK masih mencari-cari 'angin' politik bertiup ke arah mana. KPK masih meraba-raba apakah SBY mendukung pemeriksaannya atau tidak," ujar Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Bunyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 16/5).


Bunyamin sendiri menyayangkan sikap menunggu yang dilakukan KPK. Sebagai lembaga superbody, katanya, KPK seharusnya membuat terobosan dalam mengusut dugaan keterlibatan Andi dan Nazaruddin.

"Menunggu angin seperti itu salah besar. Harusnya KPK membuat angin sendiri. Kalau perlu bukan hanya angin biasa, tapi angin topan untuk memeriksa Andi dan Nazaruddin," katanya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya