Berita

Andi Mallarangeng/ist

SUAP SESMENPORA

PDIP: Periksa Tiga Petinggi Demokrat!

SENIN, 02 MEI 2011 | 16:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus memeriksa bos masing-masing tersangka kasus suap Rp 3,2 miliar di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.

Ketiga orang itu adalah Andi Mallarangeng atasan Wafid Muharram di Kemenpora; M Nazaruddin yang merupakan bos Mindo Rosaline Manullang di PT Anak Negeri Rosa; dan Sandiaga S Uno salah seorang bos Mohammad Idris di PT Duta Graha Indah.

"KPK harus periksa mereka. Harus ada pengusutan yang tuntas," ujar anggota Ketua DPP PDI Perjuangan Bidan Hukum dan HAM, Trimedya Panjaitan di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/5).


Menurut anggota Komisi III DPR ini, tak ada alasan bagi KPK untuk tidak memeriksa ketiga bos tersangka kasus suap tersebut. Jelas, katanya, kantor Rosa yang satu gedung dengan Nazaruddin sudah digeledah. Jelas juga transaksi suapnya terjadi di Kantor Andi Mallarangeng.

"Kasus itu tidak berdiri sendiri. KPK harus sudah mulai memeriksa pejabat-pejabat tinggi ketiga tersangka itu," katanya.

Trimedya berharap pengusutan yang dilakukan KPK terhadap kasus itu tidak berhenti hanya sampai kepada Wafid, Rosa dan Idris saja. KPK harus berani memeriksa Andi, Sandiaga S. Uno dan Nazaruddin sekalipun mereka tokoh-tokoh penting Demokrat.

"Ini sekaligus menjadi ujian bagi KPK, apakah dalam mengsusut itu mereka seperti menghadapi tembok atau seperti apa. Kalau tidak memeriksa mereka berarti KPK sebagai lembaga independen patut dipertanyakan," imbuhnya.

Andi Mallarangeng merupakan Sekretaris Dewan Pembina DPP Partai Demokrat; Nazaruddin Bendahara Umum DPP Partai Demokrat; sedangkan Sandiago Uno memang tidak tercatat di partai penguasa itu, tapi sebelumnya santer disebut-sebut bakal menjadi bendum partai yang didirikan SBY tersebut. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya