Berita

ilustrasi/ist

TOUR DE EUROPE

Di Amsterdam, Pelacur Dihargai karena Ikut Bayar Pajak

SENIN, 02 MEI 2011 | 10:01 WIB | LAPORAN:

RMOL. Memasuki Red Light District di Amsterdam, Belanda, tidak ada kesan sedikitpun bahwa kawasan itu merupakan kawasan prostitusi bila kita tidak masuk ke lorong-lorong di dalamnya.

Biasanya daerah prostitusi identik dengan daerah kumuh penuh hingar bingar dan tidak tertata rapih. Tapi berbeda dengan di kawasan Red Light District. Di sini pengunjung benar-benar menikmati suasana karena daerahnya tertata rapih dan bersih. Pada malam hari penerangan cukup baik ditambah dengan kerlap-kerlip lampu warna-warni dari setiap cafe yang ada di situ.

Pengunjung dapat pula duduk santai sambil minum menyaksikan perahu dan angsa putih  berlalu-lalang di sungai bersih yang membelah kawasan Red Light.


Menurut seorang warga negara Belanda yang ditemui Rakyat Merdeka Online secara tempat terpisah belum lama ini, Claudia Irene Vd Heuvel, para pemuas syahwat ini membayar pajak hingga tiga puluh persen. Sehingga pekerjaan jenis ini pun cukup dihargai dan mendapat perlindungan kendati dianggap nista.

Oleh sebab itu, tidak heran bila kawasan Red Light ditata begitu rapih, bersih dan nyaman. Sehingga tidak mengesankan sebagai lokalisasi, tapi lebih mengesankan sebagai tempat wisata. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya