Berita

ilustrasi

Hatta Rajasa Ternyata Tampung Banyak Kutu Loncat

SABTU, 23 APRIL 2011 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Fenomena penempatan bukan kader partai sendiri di jabatan-jabatan strategis ternyata juga sudah dilakukan Partai Amanat Nasional sebelumnya. Hal ini berkaca pada struktur kepengurusan PAN 2010-2015.

"Banyak itu pimpinan harian di DPP yang bukan kader PAN (sebelumnya). Bahkan untuk Bendahara Umum DPP PAN (Jhon Erizal) itu, kita kan tidak tahu (siapa dia). Makanya kita tidak paham," kata mantan Wakil Sekjen DPP PAN Abdurrohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 23/4)

Tak sampai di situ, sampai saat ini PAN juga terus merekrut yang bukan kader sendiri untuk masuk dalam jabatan strategis, termasuk di berbagai wilayah. Dia mencontohkan, Ketua DPW PAN Jawa Barat saat ini, Edi Darnadi. Mantan Kapolda Jawa Barat  itu tegasnya, bukan kader PAN.


Menurut Rohim hal itu semestinya tidak dilakukan oleh PAN. Karena PAN merupakan partai yang sudah lama didirikan, lebih dari 10 tahun. Beda hal dengan partai yang baru, dimana parai itu baru pada tahap pembentukan. Jadi wajar merekrut kader lain.

Pada masa kepemimpinan Soetrisno Bachir, Rohim mengakui, bahwa perekrutan bukan kader itu itu juga dilakukan, khususnya merekrut pada selebritas. Tapi, dia menekankan, selebritas itu direkrut untuk memperluas jangkauan partai dan bukan ditempatkan pada jabatan strategis.

"Karena pimpinan itu tugasnya untuk menjaga platform dan yang lain-lain. Kalau diberikan kepada orang baru yang tidak mengerti platform PAN, bagaimana kita bisa memberikan contoh yang baik buat kader-kader yang lain," tegasnya sambil menilai kepindahan Dede Yusuf dari PAN merupakan konsekuensi logis dari kebijakan Hatta Rajasa yang banyak merekrut orang yang bukan kader PAN di jabatan strategis. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya