Berita

m jasin/ist

Jasin Bantah KPK Pernah Selidiki Kasus Korupsi IT KPU

KAMIS, 21 APRIL 2011 | 17:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan tidak pernah menyelidiki kasus korupsi pengadaan IT KPU dan menyimpan dokumen korupsinya.

Wakil Ketua KPK, M Jasin, memang mengaku pihaknya pernah mengirim tim untuk memeriksa kelemahan dalam penyelenggaraan pemilihan umum 2009 lalu. Tapi, pengiriman tim itu bukan untuk mendalami dugaan penyelewengan pengadaan IT KPU tersebut.

"Setahu saya kajian itu untuk pencegahan. Yang melakukannya ke sana adalah Direktur Gratifikasi bukan Direktur Penyelidikan," kata Jasin di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Kamis, 21/4).


Karena itu Jasin membantah kasus korupsi IT KPU sudah pernah diselidiki KPK dan sempat terhenti gara-gara kasus Antasari Azhar dan perseteruan 'Cicak Vs Buaya' menyeruak. Jasin juga membantah KPK memiliki dan menyimpan data dugaan korupsi IT KPU seperti diakui mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

"Bagaimana bisa itu sudah naik ke penyelidikan. Kita hanya mengkaji sistem pelaksaaan penyelenggaraan Pemilu di bidang IT-nya. Apa ada penyimpangannya atau tidak. Istilahnya hanya pengumpulan keterangan dan informasi saja," katanya.

Jasin memastikan, pimpinan KPK belum pernah memutuskan, apakah  perlu dilakukan proses hukum terhadap korupsi IT KPU itu. Pimpinan, katanya, belum pernah memparipurnakannya.

"Kalau penyelidikan, biasanya pimpinan diundang dalam suatu paparan. Semua pimpinan diundang. Kita bekerja secara tim. Kan kolektif kolegial. Kan di KPK tahapan-tahapannya seperti itu," tegasnya.
 
Berbeda dengan Jasin, mantan Ketua KPK Antasari Azhar mengaku pernah menyelidiki kasus dugaan korupi IT KPU. Hasilnya KPK sudah mengantongi sejumlah elit sebagai pelakunya.

Antasari mengaku pernah menyimpan dokumen penyelidikannya. Dokumen itu disita Kepolisian saat dirinya tersangkut kasus pembunuhan Nazaruddin. Seteleh ada vonis, pengadilan memerintahkan mengembalikan semua data yang disita dari dari Antasari dikembalikan kepada Antasari.

Sayangnya, Antasari tidak pernah menerima lagi dokumen tersebut. Dokumen tentang korupsi IT KPU diserahkan ke Deputi Penindakan KPK, saat itu, Chesna Anwar. Saat pengacara Antasari meminta dokumen itu ke KPK, KPK tidak mau memberikannya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya