Berita

Payah, Densus Anti-Teror Kerap Jalan Sendiri Tinggalkan Intelkam

KAMIS, 21 APRIL 2011 | 09:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri yang baru harus mampu membangun koordinasi dan konsolidasi yang solid di internal polri, yakni antara Intelkam dengan unit-unit kerja Polri lainnya.

Hal itu dikatakan Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, dalam siaran pers tadi malam, karena selama ini pola koordinasi Intelkam dengan Densus 88 antiteror sangat buruk.

"Intelkam sering kali tidak dilibatkan dalam penanganan kasus-kasus terorisme. Bahkan Densus 88 cenderung mambangun jaringan intelijen sendiri. Sehingga terjadi arogansi sektoral di Polri dalam menangani kasus-kasus terorisme," katanya.


IPW berharap Kapolri mencermati perkembangan yang tidak sehat antara Intelkam dan Densus 88 agar soliditas yang kuat terbangun di Polri dalam melindungi masyarakat, terutama dalam hal penanggulangan terorisme.

Dalam catatan Neta, sebelumnya Intelkan dan Densus 88 pernah bekerja sama dengan baik. Kata Neta, soliditas yang kuat antara Intelkam dan Densus 88 terlihat dalam penanganan kasus bom Bali 1 dan bom Bali 2.

Dalam pengungkapan kedua kasus itu, Intelkam dilibatkan secara maksimal. Hasilnya, dalam menangkap tersangka teroris, tidak ada satu peluru pun dilepaskan dan tidak ada darah berceceran dalam operasi penangkapan. Semua tersangka dapat dibawa ke pengadilan.

"Kinerja yang profesional dalam membongkar kasus terorisme inilah yang diharapkan publik muncul dari Polri. Dan ini hanya bisa tercapai jika egoisme sektoral dan arogansi sektoral dapat dihapuskan serta dibangun soliditas yang kokoh di Polri," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya