Berita

Mujib Khudori/ist

Pernah Gabung dengan PPP, Ikhwanul Muballighin Dukung SBY Sejak Tahun 2004

RABU, 20 APRIL 2011 | 11:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Organisasi kemasyarakatan Ikhwanul Muballighin bukan underbouw Partai Kebangkitan Bangsa. Kumpulan para kiyai dan pengasuh pondok pesantren itu sebelumnya bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan.

"Harus dijelaskan ke Marwan, (Ikhwanul Muballighin) itu dengan PPP. Tapi pada Pemilihan Umum 2004, dia itu memisahkan diri dari PPP. Kemudian dia independen," jelas Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Rabu, 20/4).

Ikhwanul Muballighin berpisah dari PPP karena perbedaan persepsi tentang calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada waktu itu. Ikhwanul Muballighin, terang Jafar, pada pemilihan presiden 2004 mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.  


"Nah, pada kongres kedua ini (baru bergabung dengan Demokrat). (Sebenarnya) sudah lama mau bergabung. Tapi kan harus melalui Kongres. Dari hasil keputusan itu dinyatakan bergabung dengan Partai Demokrat," terangnya.

Ikhwanul Muballighin menggelar kongres pada akhir pekan lalu (Sabtu-Minggu 16-17/4) di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Hadir pada acara itu, jelasnya, sekitar 600 kiyai dan pengasuh pondok pesantren. Karena Ikhwanul Muballighin tersebar di 23 provinsi dan 200 kabupaten/kota.

Apa yang dikatakan Jafar di atas sudah diakui Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB. Marwan menjelaskan bahwa Ikhwanul Muballighin, bukan sayap partainya. Meski ketua umum Ikhwanul Muballighin adalah anggota Dewan Syuro PKB, Mujib Khudori. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya