Mujib Khudori/ist
Mujib Khudori/ist
RMOL. Organisasi kemasyarakatan Ikhwanul Muballighin bukan underbouw Partai Kebangkitan Bangsa. Kumpulan para kiyai dan pengasuh pondok pesantren itu sebelumnya bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan.
"Harus dijelaskan ke Marwan, (Ikhwanul Muballighin) itu dengan PPP. Tapi pada Pemilihan Umum 2004, dia itu memisahkan diri dari PPP. Kemudian dia independen," jelas Ketua Fraksi Demokrat Jafar Hafsah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Rabu, 20/4).
Ikhwanul Muballighin berpisah dari PPP karena perbedaan persepsi tentang calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung pada waktu itu. Ikhwanul Muballighin, terang Jafar, pada pemilihan presiden 2004 mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 01:58
Kamis, 30 April 2026 | 01:45
Kamis, 30 April 2026 | 01:18
Kamis, 30 April 2026 | 00:55
Kamis, 30 April 2026 | 00:37
Kamis, 30 April 2026 | 00:19
Rabu, 29 April 2026 | 23:50
Rabu, 29 April 2026 | 23:36
Rabu, 29 April 2026 | 23:09
Rabu, 29 April 2026 | 22:43