Berita

Inilah Cara Terbaik Hindari Kader Kutu Loncat

RABU, 20 APRIL 2011 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepala daerah yang belakangan ini banyak meninggalkan partainya dan berpindah ke partai lain bentuk dari sikap politik oportunis dan pragmatis. Kepala daerah itu hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan dirinya semata.

Untuk menghindari kader pindah ke partai lain, atau juga sebaliknya, kader partai lain bergabung, partai politik, termasuk Golkar harus membuat mekanisme yang bisa menutup peluang oportunis-oportunis tersebut bergabung.

"Golkar harus berikap lebih tegas lagi untuk menutup pintu bagi oportunis-oportunis politik dan karena itu Golkar harus memperbaiki sistem kaderisasi dan sistem rekruitmen dan memperkuat pendidikan politik," ungkap Ketua DPP Partai Golkar, Hajrianto Y Thohari kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.


Dalam merekrut kader baru, wakil ketua MPR ini mengingatkan, Golkar jangan hanya mengedepankan aspek ketokohan dan populatitas. Karena ternyata ketokohan dan popularitas seseorang bisa palsu belaka.

Dia menjelaskan, ada banyak kadernya yang menjabat kepala daerah tapi pindah ke partai lain. Sebaliknya, dia mengakui, Golkar juga pernah menerima kader partai lain. Dua hal itu harus diwaspadai. "Maka ketika menerima kader baru harus selektif dengan mengikuti jenjang kaderisasi yang ada di Golkar," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya