Berita

ilustrasi

BOM CIREBON

Dibantah, Stigma Umat Islam Sebagai Sumber Masalah

SENIN, 18 APRIL 2011 | 11:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Jamaah Ansharut Tauhid mengingatkan semua pihak untuk tidak selalu mendikreditkan Islam dan kaum muslimin. Karena hal itu justru akan menjerumuskan bangsa ini ke dalam jurang penderitaan yang lebih dalam sehingga akan sulit keluar.

Demikian dikatakan Jurubicara JAT, Abdul Rohim Ba’asyir, dalam siaran pers pagi ini (Senin, 18/4). Dia menanggapi aksi bom bunuh diri yang terjadi di masjid Mapolresta, Cirebon, Jumat lalu. Karena dia menduga, aksi itu hanya untuk mendiskreditkan umat Islam.

"Tanda-tanda kegagalan bangsa dan pemerintahan ini dalam menyelesaikan masalah-masalahnya sudah semakin nyata. Marilah sama kita bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh Azza wa Jalla serta kembali kepada dinul Islam agar dengan izin dan kuasa-Nya bangsa dan negeri ini dapat menjadi bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghaffur," terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pejabat pemerintah dan pihak keamanan mestinya melihat berbagai bencana yang terjadi, baik berupa bencana yang diakibatkan gejala alam, disintegrasi sosial, dekadensi moral hingga serangan-serangan bom semacam itu, bukanlah bagian yang terpisah-pisah lalu kemudian dengan kalap melakukan sesuatu tindakan stigmatisasi bahwa Islam dan kaum muslimin sebagai sumber masalah.

"Justru, seharusnya mereka harus menjadikan Islam dan Kaum Muslimin sebagai problem solver bagi segala kerumitan masalah-masalah tersebut," ungkapnya.

Dan atas segala musibah itu, tambahnya, pemerintah dengan aparat keamanannya mesti melakukan interospeksi diri dan bertaubat kepada Allah SWT serta berhenti dari segala kejahatannya yang secara terus menerus menghalang-halangi bahkan mengintimidasi para ulama dan aktivis pejuang syari’at Islam. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya