Berita

pelaku bom cirebon

BOM CIREBON

Kubu Baasyir Tolak Perjuangan yang Melanggar Syariat

SENIN, 18 APRIL 2011 | 10:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Aksi bom bunuh diri yang terjadi di masjid Mapolresta Cirebon diduga akan kembali dikaitkan dengan umat Islam secara luas, jama’ah-jama’ah atau kalangan pergerakan Islam secara khusus. Insiden yang terjadi pada Jumat lalu itu diduga pelecehan dan penistaan yang kesekian kalinya yang dialamatkan kepada umat Islam.

"Jama’ah Anshorut Tauhid mengambil sikap, bahwa serangan bom ke dalam masjid dan jama’ah yang sedang atau hendak shalat adalah perbuatan haram. Bahkan kami menolak keras segala upaya yang mengatasnamakan perjuangan Islam namun tidak mengindahkan apalagi melanggar batas-batas syari’at Islam," tegas Jurubicara JAT, Abdul Rohim Ba’asyir, dalam siarang pers pagi ini (Senin, 18/4).

Organisasi yang didirikan Abu Bakar Baasyir ini  percaya bahwa peristiwa bom Cirebon hanya salah satu dari sekian banyak upaya yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab, demi tujuan untuk menimbulkan perpecahan bahkan persengkataan di kalangan kaum muslimin sendiri. Sehingga umat yang mayoritas di negeri ini saling curiga mencurigai satu sama lain dan lupa dengan berbagai permasalahan fundamental yang terjadi di negri ini.

"Baik permasalahan menyangkut nasib negri atau bangsa ini secara umum maupun permasalahan yang secara khusus sedang menimpa dan mendera ummat Islam Indonesia," tegasnya.

Atas aksi bom bunuh diri itu, JAT mengimbau umat Islam semakin dewasa dan membekali diri dengan pengetahuan tentang intrik-intrik dan operasi black intelijen kalangan pembenci Islam. Mereka bernafsu untuk menjadikan umat Islam sebagai proyek yang menggiurkan bagi datangnya dana dan balas jasa bahkan mungkin penghargaan yang akan didapatnya sehingga amat menguntungkan bagi mereka.

"Apalagi peristiwa-peristiwa ini terjadi saat penggodogan RUU Intelejen di DPR RI," jelasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya