Berita

Luthfi Hasan Ishaaq/ist

Demokrat Yakin Presiden PKS Tidak Sedang Menebar Fitnah

SENIN, 18 APRIL 2011 | 08:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Demokrat berprasangka baik terhadap pernyataan Luthfi Hasan Ishaaq pada saat menyampaikan pidato hari ulang tahun ke-13 PKS di Stadion Bung Karno kemarin.

Presiden PKS itu diyakini bukan untuk menjelek-jelakkan partai lain. Karena kemarin, Luthfi mengatakan, sejak reformasi, tidak ada partai yang bisa tumbuh besar, kecuali di belakangnya ada tokoh besar dan dukungan dana besar. PKS, tanpa kedua itu bisa eksis dan besar.

"Demokrat berbaik sangka saja. Kita ingin membangun politik yang benar-benar ketimuran. Supaya orang Barat sana belajar ke kita. Kita nggak boleh bengak-bengok. Boleh berbeda pendapat, tapi jangan fitnah," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Minggu, 17/4).

"Menurut saya itu hanya pernyataan motivasi kepada pengikutnya bahwa partainya bisa besar meski tidak ada tokoh besar dan dana besar," sambung salah seorang pendiri berlambang bintang mercy tersebut.

Sutan mengakui partainya memiliki tokoh besar, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Tapi untuk urusan dana, dia menampik disebut partainya besar karena disokong dana yang juga besar.

"(Untuk dana) kami tidak tidak jauh beda dengan PKS. Darimana pula dana kami. Kami kan hanya iuran sesama kader," katanya.

Menurut Sutan, dua hal tersebut, dana dan tokoh besar, merupakan syarat yang ideal untuk menjadikan partai besar dan keluar sebagai pemenang pada Pemilihan Umum. Namun, katanya, dua hal itu juga tidak menjamin partai tetap besar.

"Contohnya PDIP. Tahun 2004, dia punya dana dan tokoh besar. Tapi kan tidak jadi juga itu barang. Kalah juga. Jadi itu tidak mutlak. Bagi kita bagaimana caranya menyentuh masyarakat. Karena masyarakat tidak bisa dibohongin," tandasnya. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya