Berita

Bima Arya Sugiarto/ist

Belum Bisa Disimpulkan Apakah PKS Masih Bersama SBY atau Tidak

MINGGU, 17 APRIL 2011 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Belum ada satu pun partai politik yang menandatangani kontrak koalisi yang baru. Sejauh ini, pimpinan partai koalisi, Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB, baru sebatas membubuhkan paraf.

"(Untuk PKS) saya belum dengar (apakah sudah membubuhkan paraf). Rasanya belum," kata Ketua DPP Partai Amanat Nasional, Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 17/4).

Meski PKS belum juga membubuhkan paraf, Bima masih makluminya. Karena memang tidak perlu tergesa-gesa untuk mengambil kesimpulan sepakat dengan kontrak baru tersebut lalu membubuhkan paraf.


"Saya kira masih ada kesempatan untuk dipelajari supaya pemahamannya kuat. Presiden (juga) tidak memberikan deadline," ungkapnya.

Tapi, menurutnya, akan lebih baik kalau PKS segera memberi kepastian apakah setuju atau tidak. Kalau PKS belum juga bersikap, dia kuatir, kepemimpinan di Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintah yang digilir tiga bulan sekali di antara pimpinan partai, belum bisa dijalankan. Sebab masih menunggu PKS.

Apakah ini tanda PKS akan berpisah dari koalisi?

"Saya kira masih sulit untuk disimpulkan. Walau (PKS) belum diajak bicara (oleh Presiden), tidak tertutup kemungkinan, PKS sepakat dengan poin-poin dan bersepakat (dengan kontrak koalisi yang baru), bisa jadi tetap di dalam. Ya tergantung kawan-kawan di PKS," jawabnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya