Berita

Dani Pedro­sa

Olahraga

Dani Pedrosa Tolak Batasan Berat Badan

SABTU, 16 APRIL 2011 | 02:13 WIB

RMOL. Pebalap Honda Dani Pedro­sa menentang keras wacana pembatasan berat badan sebe­rat 51 kilogram bagi pebalap MotoGP. Pasalnya, pebalap asal Spanyol itu terancam kena penalti jika peraturan tersebut diberlakukan.

“Saya muak dengan wacana tersebut, sebelumnya banyak pebalap yang meremehkan tu­buh kecil saya. Namun, setelah saya menang, mereka meng­ang­gap ini keuntungan buat saya,” ujar Pedrosa.

Juara dunia GP250 itu sa­ngat marah dengan isu berat ba­dan, karena jika terjadi, Ped­rosa dan kompatriotnya Toni Elias adalah pebalap yang pa­ling dirugikan karena harus me­nambah bobot untuk me­menuhi kuota berat pebalap.


“Saya pernah berfikir untuk memiliki tubuh lebih tinggi 10cm, dengan begitu posisi saya di atas motor bisa lebih baik. Namun ukuran saya mem­­buat saya hanya bisa mem­berikan beban di depan, tengah dan belakang berganti­an,” ungkapnya.

Wacana pembatasan berat badan dilontarkan pebalap Du­cati Valentino Rossi dan Marco Simoncelli dari Gresini Honda. Usai balapan di Sirkuit Jerez, Simoncelli merasa tak fair mem­balap dengan berat 72 kg, sedangkan pebalap lain yang memiliki bobot lebih ringan 20 kg dari dirinya. Untuk itu, pe­balap berambut kriting ini me­nginginkan bobot motor dan pebalap MotoGP di batasi.

“Yang menjadi permasalah­an, saya lebih besar dari semua pebalap MotoGP. Dengan kon­disi ini, bahan bakar motorku akan banyak terkuras. Akibat­nya motor tak bisa dipacu di lintasan lurus, karena aku ha­rus mengaturnya agar irit,” ke­luh Simoncelli saat itu.

Sementara itu, Asosiasi Pab­ri­kan Motor (Motorcycle Sport Manufacturers Association) yang akan melakukan pembi­ca­raan dalam beberapa pekan kedepan.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya