eva sundari/ist
eva sundari/ist
RMOL. Keberadaan United Nations Development Programme (UNDP) di gedung Senayan dipertanyakan anggota DPR. Pasalnya, banyak kerja sama dengan lembaga asing, termasuk dengan badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu tidak diketahui pimpinan DPR.
Anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari menyatakan, keberadaan UNDP di parlemen merupakan realisasi kontrak pemerintah, salah satu tujuannya untuk memperkuat lembaga DPR. Tapi, katanya, yang membuat kerja sama itu adalah bagian Sekretariat Jenderal DPR, bukan pimpinan.
"Ini yang aneh itu. Sekjen itu bekerja sama dengan UNDP dengan alasan Sekjen bagian dari pemerintah. Waktu dipermasalahkan, seperti itu jawaban mereka," kata Eva kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 15/4).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 01:58
Kamis, 30 April 2026 | 01:45
Kamis, 30 April 2026 | 01:18
Kamis, 30 April 2026 | 00:55
Kamis, 30 April 2026 | 00:37
Kamis, 30 April 2026 | 00:19
Rabu, 29 April 2026 | 23:50
Rabu, 29 April 2026 | 23:36
Rabu, 29 April 2026 | 23:09
Rabu, 29 April 2026 | 22:43