Berita

ilustrasi/ist

Sesat, Mengkaitkan SBY dengan Gedung Baru DPR

KAMIS, 14 APRIL 2011 | 23:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pernyataan Koalisi Penegak Citra DPR dan Pemantau Rencana Pembangunan Gedung DPR, yang mengatakan bahwa Presiden SBY telah bersandiwara dalam menyikapi pembangunan gedung baru DPR merupakan hal yang mengada-ada dan tidak berdasar. Sikap SBY terhadap rencana pembangunan gedung baru senilai Rp1,1 triliun itu sudah jelas, yakni menolak dengan pertimbangan efisiensi anggaran.

"Niat dan ketulusan SBY sudah jelas. Perlu ada efisiensi dan optimasi anggaran," ujar Sekjend Gerakan Aman Adil Sejahtera Untuk Indonesia (Garansi) Didik Mukrianto, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Kamis malam (14/4).

Mestinya, Koalisi Penegak Citra DPR dan Pemantau Rencana Pembangunan Gedung DPR, yang merupakan gabungan dari beberapa LSM itu, menjadikan sikap SBY sebagai momentum dan gerakan positif untuk kepentingan bangsa. Bukan sebaliknya, menyikapinya dengan sangat tendensius dan jauh dari nilai-nilai nasionalisme kebangsaan.


"Seharusnya itu disikapi secara proporsional dan jujur. Niat dan ajakan SBY sudah didasarkan pada kewenangan kelembagaan," katanya lagi.

Dalam tataran ketatanegaraan, ingat Didik, perbedaan sikap di eksekutif dan legislatif terkait dengan efisiensi dan optimasi harus disikapi secara proporsional kelembagaan. Kalau kemudian masalahnya selalu dituduhkan kepada SBY sebagai pemangku eksekutif, maka mereka sebenarnya tengah menyebar fitnah dan  pembunuhan karakter yang membuat bingung masyarakat.

"Salah besar kalau serta merta semua disalahkan kepada SBY. Harusnya kita apresiasi sikap SBY itu. Dan karenanya harus mewaspadai agenda yang dibawa mereka," imbuhnya. [ade]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya