Berita

Hanura Hargai Ajakan PKB Bentuk Koalisi Tematik

SELASA, 12 APRIL 2011 | 11:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Gerakan Indonesia Raya sepakat membentuk koalisi tematik. Koalisi ini hanya terkait dengan tema-tema tertentu, salah satunya penyamaan persepsi tentang jumlah ambang batas parlemen.

Selain ketiga partai di atas, partai menengah lainnya, PAN, PKS, dan Hanura juga diajak untuk bergabung.

"Pada prinsip untuk kepentingan bersama agar dalam pelaksanaan Pemilu suara-suara itu tidak banyak yang hilang, tentu perlu satu pandangan dan pemikiran yang sama masalah ini. Tentu kami menghargai ajakan itu," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Hussein kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 12/4).


Namun berbeda dengan ketiga partai yang telah sepakat membentuk koalisi tematik itu, Hanura tak mempermasalahkan ambang batas parlemen ditingkatkan menjadi 3 persen. Sedangkan PPP, PKB, dan Gerindra menginginkan tetap 2,5 persen.

"Angka 3 persen itu moderat. Jadi kalau pun ada peningkatan, peningkatannya kan bertahap. Pada Pemilu 2004, 2 persen; Pemilu 2009, 2,5 persen; dan pada Pemilu mendatang 3 persen. Dan itu berlaku sampai tingkat dua. Karena sebelumnya kan hanya berlaku untuk nasional saja," jelasnya.

Apakah ini berarti Hanura lebih optimis dari partai menengah lainnya dalam menghadapi Pemilu 2009?

"Nggak lah, sama-sama optimis lah," elaknya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya