ilustrasi perompak/ist
ilustrasi perompak/ist
RMOL. Persediaan makanan 20 anak buah kapal (ABK) Kapal Kargo Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia sudah menipis.Sementara persediaan air bersih hanya cukup untuk tujuh hari lagi.
"Makanya, kami minta tolong untuik segera diselesaikanlah masalah pengambalian kami ini," kata Kapten Kapal Sinar Kudus, Slamet Jauhari, pagi ini.
Slamet Jauhari menyesalkan PT Samudera Indonesia, pemilik kapal kargo Sinar Kudus, yang terus menghindar saat dihubungi mengenai pembayaran tuntutan para perompak. Mestinya, kesempatan pembayaran terbaik adalah kemarin, ketika pembajak menurunkan nilai tuntutan dari 3,5 juta dolar AS menjadi 3 juta dolar AS.
Sampai saat ini, akunya, kepala perompak terus mempertanyakan, kapan tebusan akan dibayar. Salah satu alasan mengapa Jauhari diperkenankan berkomunikasi dengan pihak Indonesia agar dapat mengusahakan pembayaran secepatnya.
"Maka diijinkanlah saya (berkomunikasi dengan Indonesia)," ungkapnya seperti disiarkan TVOne.
Sementara Ketua Ikatan Nakhoda Indonesia yang hadir di studio TVOne mengatakan, Jauhari Cs bisa mati karena keterbatasan air bersih. Apalagi kapal itu tidak memiliki alat untuk mendaur ulang air. [zul]
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 01:58
Kamis, 30 April 2026 | 01:45
Kamis, 30 April 2026 | 01:18
Kamis, 30 April 2026 | 00:55
Kamis, 30 April 2026 | 00:37
Kamis, 30 April 2026 | 00:19
Rabu, 29 April 2026 | 23:50
Rabu, 29 April 2026 | 23:36
Rabu, 29 April 2026 | 23:09
Rabu, 29 April 2026 | 22:43