Berita

jafar Hafsah/ist

GEDUNG BARU DPR

Diingatkan, Ketua Fraksi Demokrat Jangan Lagi Bersandiwara

MINGGU, 10 APRIL 2011 | 12:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Ketua Fraksi Demokrat M Jafar Hafsah yang akan mendukung peninjauan atau penangguhan sementara pembangunan gedung DPR jika rakyat menghendaki diharapkan bukan sebuah sandiwara baru yang berujung pada kekecewaan masyarakat.

"Sebab hakikinya, fraksi Demokrat tak perlu menunggu gumpalan kekesalan masyarakat," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 10/4).

Untuk menguatkan argumennya, Ray mengutip survei nasional yang digelar sebuah harian nasional yang menyimpulkan 82,2 persen masyarakat Indonesia menolak pembangunan gedung DPR. Ray menegaskan itu, karena ucapan pemanis seperti itu bukan barang baru dalam proses pembangunan DPR ini. Bahkan telah berkali-kali kebohongan berseliweran menjadi bagian dari proses ini.


"Terakhir dua sandiwara aneh melaju seiring dengan penetapan ulang DPR soal kelanjutan pembangunan DPR," tegasnya.

Pertama, soal kesepakatan biaya gedung DPR akan dievaluasi dengan meminta jasa Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, pernyataan itu ambigu sebab pada saat yang sama DPR tetap melanjutkan pembangunan gedung DPR, tanpa perlu merasa menunda terlebih dahulu sampai ditemukan harga yang pas dan tetap.

Sementara itu, pada hari yang sama, Presiden juga telah berpidato yang memberi sinyal jelas bahwa lebih baik pembangunan gedung DPR ditunda dan dananya dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang lebih penting.

"Tetapi hanya dalam hitungan jam, wakil Demokrat dan ketua DPR yang juga anggota Fraksi Demokrat memutuskan tetap melanjutkan pembangunan gedung. Apakah ini namanya kalau bukan sandiwara yang menipu?" katanya mempertanyakan.

Beberapa fraksi yang lain juga potensial melakukan permainan sandiwara. Karena tak masuk diakal bagaimana mungkin ada dua pernyataan yang berbeda dalam kasus yang sama. Dalam rapat konsultasi dinyatakan bahwa seluruh fraksi telah menyatakan menyetujui melanjutkan pembangunan gedung, tetapi di luar rapat itu fraksi tersebut menyatakan bahwa hakekatnya mereka meminta ditunda.

"Aneh bin ajaib, fraksi tersebut bahkan tidak terlihat meminta pertanggungjawaban dan keterangan dari wakil mereka yang hadir dalam rapat konsultasi tersebut tetapi sibuk mengumbar pernyataan bahwa fraksi mereka menolak," katanya tanpa memerinci fraksi yang dimaksud.

Padahal langkah pasti, positif dan jelas akan dapat membuktikan kebenaran ungkapan pernyataan mereka menolak pembangunan gedung DPR adalah segera meminta keterangan dari wakil mereka yang ikut di rapat konsultasi, yang menyimpulkan pembangunan gedung DPR berlanjut, meski dua fraksi PAN dan Gerindra menolak.

"Jika memang ditemukan adanya kebohongan pernyataan ketua DPR, maka langkah mengadukan unsur pimpinan ke Badan Kehormatan adalah langkah tepat dan elegan," tandas Ray. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya