Berita

tjatur sapto edy/it

PAN Tak Mau Disebut Partai Plintat-Plintut

MINGGU, 10 APRIL 2011 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Amanat Nasional sampai saat ini tetap menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. Karena itu, partai yang didirikan Amien Rais ini membantah keras partainya disebut sebagai partai  plintat-plintut.

"Itu salah 2000 persen. Partai kita itu, mulai dari BURT tidak setuju. Kalau partai lain kan ada yang jadi pimpinan BURT setuju, terus farksinya menolak. Ada partai lain mendukung tapi terus tiba-tiba di luar menolak. Kalau kita ini firm terus," tegas Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 10/4).

Dua partai yang disinggung Tjatur itu adalah Gerindra dan PDI Perjuangan. Gerindra menolak tapi memiliki kader di BURT yang setuju pembangunan gedung DPR berlanjut. Sedangkan, PDI Perjuangan sepakat pada saat rapat konsultasi (Kamis, 7/4), tapi walkout pada Sidang Paripurna DPR, (Jumat, 8/4).


Nah, PAN disebut sebagai partai plintat-plintut karena menolak rencana pembangunan gedung baru DPR tapi tidak melakukan walkout pada Sidang Paripurna, seperti yang dilakukan PDI Perjuangan dan Gerindra.

Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengakui pihaknya tidak walkout. Karena menurutnya, cara itu tidak dikenal dalam sistem demokrasi. Apalagi, walkout tidak menyelesaikan masalah. Makanya, PAN mengusulkan agar digelar voting, tapi tidak digubris oleh Pimpinan Sidang, Priyo Budi Santoso.

"Kita ini tidak mau kasar. Kita maunya dengan cara yang jernih. Jadi sampai kita duduk bersama untuk membicarakan ulang, mulai dari desain sampai anggaran yang memenuhi aspirasi masyarakat, sejauh itu (tidak dilakukan) kami tidak menyetujui. Sampai kiamat pun kami tidak menyetujui. Kita akan terus dorong dibicarakan ulang. Karena ini rumah rakyat. Artinya tidak boleh rakyat ditinggalkan," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya