RMOL. Sudah hampir sebulan insiden bom lewat paket buku terjadi di beberapa tempat di Jakarta. Tapi, sejauh ini, belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian dalam insiden bom lewat paket buku yang kali pertama terjadi pada 15 Maret silam.
"Sampai hari ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Tapi proses penyelidikan dalam upaya untuk mengetahui siapa pelakunya, hingga kini masih terus dilakukan," kata Kabag Penum Polri, Kombes Boy Rafli Amar saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 10/4).
Sampai saat ini, kepolisian telah memeriksa saksi lebih dari 30 orang. Itu termasuk kejadian yang terjadi di berbagai daerah. Meski, diingatkan kembali, tidak semua paket buku itu terdapat bom. Sejauh ini hanya empat tempat yang memang paket itu memiliki bom.
Yaitu, di Kantor Berita Radio 68-H di Utan Kayu, Kantor Badan Narkotika Nasional, rumah Ketua Umum Partai Patriot Japto Surjosumarmo, serta di rumah musisi Ahmad Dhani. "Yang lain itu kan hanya paket mencurigakan, yang sifatnya hanya dugaan," terangnya.
Meski demikian, paket bom yang diantar dengan unsur kesengajaan untuk membuat teror, seperti yang terjadi di Jogja, Kepolisian tetap akan mengusut. "Kalau coba-coba SMS (dengan maksud) melakukan teror itu bisa terjerat hukum di negara kita," tegasnya.
Soal kenapa hingga kini belum juga diketahui siapa pelakunya, Boy menanggapi dengan santai. Dia beralasan, orang yang dicari itu adalah manusia bergerak yang tidak duduk manis, apalagi berdiam diri. "Jadi mohon maklumlah," katanya.
Sebaliknya, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu, pelaku akan terungkap, bila semua masyarakat ikut mengimbau pelaku untuk menyerahkan diri. Bila memang pelaku menyerahkan diri, terangnya, dalam satu pekan berkasnya bisa dirampungkan.
[zul]