Berita

marzuki alie/ist

GEDUNG BARU DPR

Koboi Golkar: Jangan Sampai DPR Dikecam Karena Marzuki Alie Ngotot

MINGGU, 10 APRIL 2011 | 08:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua DPR Marzuki Alie jangan mengisolasi DPR dari rakyat. Dalam kapasitasnya sebagai ketua DPR, Marzuki Alie harus bijaksana dan kompromistis dalam merealisasikan pembangunan gedung baru DPR.

"Jika Marzuki terus mengabaikan aspirasi rakyat, saya khawatir DPR periode sekarang dinilai hanya mengakumulasi masalah yang eksesnya bisa saja tidak menguntungkan semua pihak," tegas anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo pagi ini (Minggu, 10/4).

Menurut Bamsoet, demikian ia akrab disapa, saat ini langkah paling bijaksana adalah menunda realisasi pembangunan gedung baru DPR. Penundaan akan mendinginkan suasana, sehingga energi DPR dan pemerintah bisa digunakan untuk mengelola masalah lain yang lebih strategis.


Karena publik menilai anggaran gedung baru terlalu besar, sementara beberapa bangunan gedung di kompleks DPR belum maksimal pemanfaatannya.

"Dua masalah ini harus direspons Marzuki. Saya sarankan agar anggaran gedung baru itu dikaji ulang. Hindari kesan DPR ingin bermewah-mewah dengan anggaran sebesar itu," terang petinggi Partai Golkar ini.

Selain itu, Marzuki Alu juga perlu menjelaskan alasan DPR tidak atau belum menggunakan gedung lain di kompleks DPR sekarang ini. Publik berasumsi, Bamsoet beralasan, bahwa membangun gedung baru tidak efesien karena masih ada bangunan yang belum dimanfaatkan.

"Penundaan menjadi relevan dengan imbauan Presiden (SBY) tentang efisiensi penggunaan anggaran. Imbauan Presiden itu mendapat dukungan yang luas, sementara DPR terus menjadi sasaran kecaman publik. Kalau Marzuki terus bersikeras, DPR akan terisolasi dari rakyat," tegasnya lagi.

"Realisasi gedung baru DPR bukan soal takut atau berani, salah atau benar. Masalahnya adalah kesediaan mendengar aspirasi rakyat yang menginginkan DPR efisien menggunakan anggaran negara," tandas anggota Panitia Anggaran DPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya