Berita

sby/ist

GEDUNG BARU DPR

Seandainya Pun Pembangunan Gedung DPR Dibatalkan, Bukan Karena SBY

JUMAT, 08 APRIL 2011 | 18:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Rencana pembangunan gedung baru DPR yang terus berlanjut menjadi bukti nyata bahwa logika anggota DPR sudah tidak nyambung dengan harapan publik yang menolak rencana pembangunan gedung DPR tersebut.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institut, Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online menanggapi keputusan DPR yang tetap melanjutkan pembangunan gedung DPR.

Dengan kasus ini, menurutnya, akar demokrasi perwakilan yang menjadi pilihan kita tak lagi kontekstual. Karena seharusnya dalam substansi demokrasi perwakilan, anggota DPR mewakili kehendak rakyat bukan parpol atau segelintir elit yang menerapkan tradisi oligarki.


"Jika rencana tetap melaju juga, maka kredibilitas lembaga DPR benar-benar di titik nadir," tegasnya (Jumat, 8/4).

Bagaimana dengan imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar sebaiknya rencana itu ditunda atau dibatalkan?

Menurut dosen Ilmu Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, seruan SBY untuk menunda pembangunan gedung tersebut sangat terlambat, hanya beberapa jam sebelum DPR menggelar rapat konsultasi untuk membuat keputusan. Sedangkan, masyarakat sudah jauh-jauh hari menyatakan menolak rencana itu.

Karena itu, tambahnya, wajar jika imbauan SBY tak memiliki 'tuah' berarti bagi penghentian ataupun penundaan.

"Jika pun rencana (pembangunan gedung DPR) itu ditunda, bukan karena ucapan SBY saya kira, melainkan karena semakin dahsyatnya gelombang penolakan dari kelompok-kelompok civil soceity. Sehingga dalam perspektif teori spiral of silence dari Elizabeth Noelle-Neumann, jika terbentuk opini mayoritas, maka opini minoritas cenderung diam atau menyesuaikan," katanya berteori. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya