Berita

PAN Merasa Tak Nyaman di Koalisi Kalau Demokrat Caplok Kadernya

KAMIS, 07 APRIL 2011 | 09:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Terlalu dini menyimpulkan Wakil Gubenur Jawa Barat akan meninggalkan Partai Amanat Nasional dan bergabung dengan Partai Demokrat hanya karena ada komunikasi dengan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok.

"Saya optimis Kang Dede masih bersama-sama PAN," kata Sekretaris Fraksi PAN, Teguh Juwarno, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 7/4).

Sebagai bagian dari komunikasi politik, apa yang dilakukan Dede itu adalah hal yang wajar. Diyakini, karena merupakan sosok yang ingin maju pada pemilihan gubernur Jawa Barat 2013 mendatang, Dede Yusuf tidak hanya berkomunikasi dengan Partai Demokrat, tapi juga dengan partai lain.


"(Dede) jauh-jauh hari sudah membangun komunikasi (dengan partai lain). Karena memang tiket PAN belum cukup (untuk mengajukan Dede)," akunya.

Meski begitu, mantan wartawan ini mengakui, saat ini partainya sedang mencermati kader-kadernya yang saat ini menjadi kepala daerah. Berdasarkan informasi yang didapat, sudah ada kadernya yang saat ini menjadi bupati di sebuah kabupaten di Jambi hijrah ke Demokrat.

"Ini fenomena yang tentu harus kita cermati bersama-sama untuk kemudian perlu membangun komunikasi politik. Karena kita kan bersama di koalisi. Bentuk seperti ini (pencaplokan) tentu akan membuat ketidaknyaman dalam kebersamaan," ungkapnya mengingatkan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya