Berita

PDIP Belum Punya Formulasi Yang Pas untuk Cegah Kutu Loncat

KAMIS, 07 APRIL 2011 | 08:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. PDI Perjuangan miris melihat orang-orang yang didukung untuk menjadi kepala daerah lalu bergabung ke partai lain. Partai hanya dijadikan untuk mendapatkan kekuasaan.

"Sebenarnya begini, problem yang kita hadapi adalah partai itu hanya menjadi kendaraan saja bagi orang yang mencari kepentingan praktis in case, kasus Pilkada. Mereka dengan seenaknya saja tanpa etika bergabung ke partai lain," kata fungsionaris DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 7/4).

Karena itu, Ganjar membenarkan Megawati Soekarnoputri pernah mengusulkan dibuat satu payung hukum untuk menghindari kutu loncat tersebut. Namun, anggota Komisi II ini mengakui PDI Perjuangan belum memiliki formalasi yang pas tentang bentuk payung hukum tersebut.


"Memang tidak cukup mudah untuk diatur. Karena tidak seluruh kepala daerah didukung satu partai. Jadi agak rumit, complicated. Biasanya didukung banyak partai. Misalnya, Foke (Fauzi Bowo), kan nggak jelas. Dia dukung banyak partai, sekarang pindah ke Demokrat," tegas politisi muda ini.

Kecuali, katanya, bila kepala daerah itu didukung oleh satu partai. Kalau kasusnya seperti itu, partai bisa mencabut dukungan, meski tidak akan berpengaruh terhadap posisi sang kepala daerah. Tapi, partai bisa menjadi oposisi karena sang kepala daerah sudah tidak sejalan dengan garis dan visi-misi partai. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya