RMOL. Inisiator Petisi Penolakan Pembangunan Gedung Baru DPR tidak peduli dengan jumlah anggota DPR yang ikut menandatangani Petisi tersebut.
"Inikan mengirimkan signal bahwa cukup banyak kawan-kawan anggota DPR yang tidak terikat dengan sikap partai, tapi lebih menginginkan agar kita lebih mendegarkan aspirsasi rakyat," kata inisiator Petisi, Teguh Juwarno, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 7/4).
Hal itu ia tegaskan menanggapi jumlah anggota DPR yang ikut tanda tangan Petisi Penolakan hanya 50 orang. Angka itu katanya, berdasarkan, laporan terakhir yang ia terima kemarin.
Tapi, sejauh ini dia memastikan, hampir semua fraksi yang ada di DPR, ada anggotanya yang ikut tanda tangan, bahkan dari Fraksi Demokrat, yang ngotot mendukung pembangunan gedung baru DPR.
Adalah Roy Suryo dari partai penguasa itu yang ikut tanda tangan. Sedangkan PAN dan Gerindra, sudah dari awal menyatakan penolakan rencana pembangunan gedung baru tersebut. Dari PPP yang tanda tangan adalah Hasrul Azwar dan Romahurmuzi; dari PKB Abdul Malik Haramian dan Gitalis Dwi Natarina; dari PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko; dari Golkar Basuki dan dari Hanura Jamal Aziz.
Namun, sepengetahuan Teguh, yang juga Sekretaris Fraksi PAN ini, politisi PKS yang tak ada sama sekali ikut membubuhkan tanda tangan menolak pembangungan gedung DPR. "Ya PKS belum ada tanda tanda tangan. Mungkin hari ini," katanya.
Teguh belum bisa memastikan apakah Petisi itu akan disampaikan pada saat rapat konsultasi atau ke rapat Paripurna.
Hari ini, pukul 14.00 WIB, rapat konsultasi tentang kelanjutkan pembangunan gedung baru DPR antara Pimpinan DPR, pimpinan Fraksi, dan Badan Urusan Rumah Tangga DPR akan digelar. Rapat ini merupakan kelanjutan dari rapat pada Selasa lalu yang gagal dilaksanakan.
[zul]