Berita

CAPRES INDEPENDEN

Demokrat: Usulan DPD Mengada-ada

RABU, 06 APRIL 2011 | 09:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Usulan Dewan Perwakilan Daerah agar calon presiden dari kalangan independen diperbolehkan ikut bertarung pada pemilihan presiden 2014 mendatang dinilai sebagai usulan yang mengada-ada.  

"UUD 1945 itu sudah dipikirkan jauh-jauh hari sebelumnya. Calon Presiden dan wakil presiden diusung partai dan gabungan partai politik. Karena partai dibentuk sebagai pembelajaran politik kepada masyarakat dan untuk membentuk pemimpin. Mereka lah (partai) yang berhak untuk mengusung," kata Ketua DPP Partai Demokrat,  Sutan Bhatoegana, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 6/4).

Sutan memastikan presiden indepeden, bila memang akan berkuasa, akan kerepotan karena tidak ada dukungan partai. Dia membandingkan, Presiden SBY yang diusung partai besar, Partai Demokrat, masih saja digoyang olah kawan-kawan koalisi.


"Apalagi, capres independen. Habislah dia. Tidak efektif. Di daerah-daerah, (kepala daerah dari kalangan independen) karena tidak punya partai, habis dia dimakan partai," tegasnya.

Daripada membuka peluang kepada capres independen, menurutnya, seleksi calon presiden diperketat. Tinggal nanti yang maju hanya sekitar 2 sampai 3 orang, tapi berkualitas. Daripada banyak calon tapi tidak berkualitas. Menurutnya, hal itu akan menjadi mainan masyarakat. Karena kampanye, sudah menjadi berita umum, sering diwarnai politik uang.

"Lagi pula, masyarakat akan pusing kalau sampai kebanyakan calon. Lebih baik seperti yang pernah dilakukan oleh Golkar dulu, ada konvensi. Jadi orang luar bisa ikut (untuk diusung). Sudah lah, jangan mengada-ada. DPD, begitu juga DPR, belum sepenuhnya kok menjalankan UUD 1945. Jalankan dan maksimalkan yang ada dulu," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya