Berita

syahrial damopolii/ist

FIFA AMBIL-ALIH PSSI

KPPN Akan Undang Anggota Untuk Tentukan Sikap

SELASA, 05 APRIL 2011 | 09:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) belum memberikan sikap atas keputusan Fédération Internationale de Football Association (FIFA) yang mengambil alih kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.

"Kami akan undang anggota untuk menyikapnya dalam waktu dekat," kata Ketua KPPN, Syahrial Damopolii, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 5/4).
 
Selain itu, KPPN juga akan berkomunikasi dengan Pemerintah, Komite Nasional Olahraga Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia.


Syahrial menjelaskan, KPPN sesuai dengan mandat yang diberikan 78 anggota pemilik suara sah, bertugas melaksanakan Kongres, termasuk sampai terpilih ketua PSSI, menggantikan Nurdin Halid.

"Langkah yang kita lakukan berdasarkan mandat dan akan kami akan pertanggungjawabkan kepada anggota. Kita sudah membentuk panitia kongres, Komisi Pemilihan, dan Komite Banding. Dan kita percayakan kepada komisi dua itu untuk melaksanakan fungsi mereka," tandasnya.

Setelah mengambil alih PSSI, FIFA akan membentuk komite normalisasi yang menjalankan tugas keseharian PSSI untuk sementara. Yaitu, menyelenggarakan pemilihan umum berdasar electoral code FIFA dan statuta PSSI paling lambat 21 Mei. Selain itu, tugas komite normalisasi adalah mengontrol LPI. Jika tidak bisa, komite tersebut harus segera menghentikan kompetisi itu sama sekali.
 
Mengenai siapa yang akan duduk pada komite normalisasi, FIFA menjelaskan bahwa orang-orang tersebut harus tidak sedang menjadi pengurus PSSI. Komite normalisasi itu juga akan berfungsi sebagai komite pemilihan kongres. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya