Berita

ms kaban/ist

MS Kaban Benarkan PBB Bangun Komunikasi Intensif dengan PPP dan PKNU

MINGGU, 03 APRIL 2011 | 10:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sesuai hasil Muktamar, pengurus DPP Partai Bulan Bintang diberi kesempatan melakukan komunikasi dengan partai-partai yang memiliki visi-misi yang sama.

"Dalam menghadapi perkembangan parliamentary treshold, yang akan ditingkatkan itu, PBB mencoba untuk menjajaki bersama-bersama, bukan hanya dengan PPP, tapi juga PKNU. Kita ingin PBB, PKNU,PPP, bisa membangun sebuah kekuatan partai politik Islam," kata Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang, MS Kaban, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/4).

Namun, bagaimana bentuk membangun kekuatan bersama itu, apakah modusnya melakukan konfederasi partai, aliansi partai, ataukah modus-modus lainnya, hal ini tergantung undang undang Pemilihan Umum yang saat ini sedang dibahas DPR.


Selain itu juga, terangnya, wacana penggabungan itu tergantung, hasil verifikasi partai politik di Kementerian Hukum dan HAM dan muktamar PPP. Mukmatar PPP ini penting, sebutnya, karena belum tentu ketua umum PPP mendatang sepakat dengan komunikasi yang telah dibangun.

Pada awalnya, sambung Kaban, Partai Matahari Bangsa juga diikut dalam penjajakan tersebut. Tapi belakangan, partai yang didirikan oleh aktivis muda Muhammadiyah itu tidak lagi terlibat. Bagaimana dengan PKS, mantan Menteri Kehutanan ini mengaku partai yang bermotto partai peduli dan bersih itu tidak perlu untuk diajak bersama. Karena PKS sudah bisa berdiri sendiri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya